terbius topeng palsu

Kau datang dengan senyumanmu yang menawang hingga membelah angkasa
Seakan putri kesepian yang telah menemukan pangeran hati
Hatiku telah dak… dikk… dukkk…..
Dan aliran darahkupun berdetak kencang
Tapi ternyata irama jantungku salah, kau datang bukan untuk aku tapi untuk dia
Gerakan bola matamu yang terus tertuju kepadanya seakan dia itu pangeran hatimu
Seakan dunia ini panggung sandiwaramu
Yang engkau dan pangeranmu itu tempati tuk ber acting

Matamu kini telah butah karena topeng palsu yang ia kenakan
Kini aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan
Bagaikan kita dibatsi oleh samudra antlantik

Saat kau telah berdua dengannya
Aku bagaikan ranting kering yang rapuh
Karena air dalam xylem dan floemku telah kering terkuras oleh rasa kecewa dan cemburu
Aku bagaikan perahu yang kehilangan arah
Aku bagaikan pilot yang taklagi sanggup membaca kompas
Hingga aku tersesat
Namun kini aku hanya bisa pasrah lemah tak berdaya
Meski diamku mengandung seribu makna

Kini kecewa, rindu dan takut teleh menghatuiku
Aku kecewa karena kau telah dibutahkan dengan topeng palsunya
hingga kau taklagi melihatku
Kini aku rindu dengan parasmu yang begitu polos, luguh dan tenang
Namun aku takut kau kau akan melupakanku
Seakan aku telah mati lipa puluh tahun silam
Dan aku takut jikalau kau terbius dengan zat psikotropika yang dikeluarkan oleh topeng palsunya
Hingga jiwamu mati dan sel-selmu telah berhenti bertasbi meski ragamu masih terlihat kuat bagaikan karang

Ayo sadar,,,,,,,,, sadar ,,,,,, sadarlah
Bangun dan bangkitlah
Kau harus kalahka zat psikotropika topen itu
Hingga sel-selmu kembali bertasbi dan jiwamu kembali hidup
Sepeti tegaknya ragamu dan kuatnya karang di lautan …….

BY. NHASIR RAHMATIA

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.